Instagram Bisa Menyakitimu

Instagram Bisa Menyakitimu


Siapa yang nggak tau Instagram? aku yakin setiap yang baca pasti punya akun-nya, entah itu akun asli atau alter.

Coba ingat kembali, kapan kamu pertama kali pakai IG? Aku mulai menggunakannya sejak berumur 14 tahun, dimana dorongan untuk alay dan menunjukkan jati diri sedang tinggi-tingginya (ya, aku yakin kalian pernah melewati masa itu).

Namun setelah menggunakan IG selama.. entah berapa abad, dan melalui begitu banyak pertimbangan, aku memutuskan untuk berhenti dan menghapus akun IG.

Loh kenapa?

Simpel. Aku mulai sering membanding-bandingkan hidupku dengan orang lain.

Ilustrasi orang yang sedang kecanduan sosial media
"Story dia asyik banget ya, kok aku gini terus?". Ilustrasi dari Freepik.

Mungkin ada di antara kalian yang merasakan itu? memasuki usia 20-an, banyak dari kita yang merasakan tanda-tanda Quarter Life Crisis dimana kita mulai membandingkan diri dengan orang lain terkait capaian dan masa depan.

Tapi, algoritma Instagram membuat itu semua jadi jauh lebih parah.

Ada alasan kenapa ini terjadi, dikutip dari perbincangan singkatku dengan Bard, sebuah chatbot AI milik Google:

  • Instagram seringkali menampilkan sisi positif dari kehidupan seseorang. Kebanyakan orang cenderung hanya membagikan hal-hal baik tentang diri mereka di Instagram. Hal ini membuat kita berpikir bahwa mereka selalu bahagia dan sukses.
  • “Adu nasib”. Instagram sering kali menampilkan kehidupan orang lain yang tampak sempurna, baik dari segi fisik, karier, maupun hubungan. Hal ini dapat membuat kita merasa tidak cukup baik, dan merasa bahwa hidup kita tidak seindah yang ditampilkan orang lain.

Kadang aku heran, tujuanku buka aplikasi IG untuk menghibur diri. Tapi pas udah scroll beberapa feed dan buka stories, kok malah makin galau ya?

Akhirnya aku sadar, algoritma Instagram bisa saja menyakitimu.

Foto orang yang sedang overthinking
"Kapan ya punya ayang kayak dia?" tuh kan jadi overthinking. Foto milik Damir Samatkulov dari Unsplash.

Kalau kamu merasa bahwa Instagram berdampak negatif, dan kamu nggak mau mengambil langkah ekstrim sepertiku, mungkin ada beberapa tips untuk menggunakan Instagram secara “lebih sehat”:

  • Batasi waktumu di Instagram. Kurangi waktumu untuk menggunakan Instagram setiap hari.
  • Fokus pada konten yang positif. Ikuti akun-akun yang membagikan konten positif dan inspiratif.
  • Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain. Ingatlah bahwa Instagram seringkali hanya menampilkan sisi positif dari kehidupan seseorang.

Jika kamu merasa sudah terlalu kecanduan IG, kamu bisa menghapus sementara akunmu melalui link ini. Kalau sudah mendingan, tinggal login lagi dan akunmu akan muncul kembali.

Oh iya, akunku juga dihapus sementara kok. Mungkin nanti akan aku aktifkan lagi kalau sudah ada foto yang bisa dipamerkan, hehe.

Baik, mungkin cukup sekian. Selamat melanjutkan aktivitas dan jangan lupa bahagia. 😊


© 2026 Alfi Maulana Akbar

Powered by Hydejack v9.2.1